Senin, 17 September 2012

Annoying Andrew (Serialize 1)



     Namaku Florencia McBass. Atau lebih tepatnya Flo.Aku berasal dari United States of America.Maka dari itu agar aku lebih mencintai tanah airku, aku gemar mengoleksi miniatur patung Liberty.
Hobiku? Hmm.. kurasa fotografi. Sebetulnya aku bisa bermain piano, dan bernyanyi tapi menurutku aku lebih berbakat di fotografi di banding musik. Aku akan memulai cerita tentang keluargaku. Menurut kalian bagaimana keadaan keluargaku? Hmm..menurutku, tidak ada yang peduli padaku. Mom, selalu memintaku untuk selalu berprestasi, sehingga mom hanya menyuruhku untuk belajar, belajar, dan belajar.Dad, hanya sibuk dengan pekerjaannya saja.KakakkuValeria, ia sangat cuek padaku.Bahkan kami seperti tidak saling mengenal, hanya berdiam-diaman.Tak ada kata “Rumahku Surgaku” dalam hidupku.Bagiku, rumahku adalah neraka.Walau segalanya, semuanya, seluruhnya kumiliki.Itu tidak membuatku bahagia.Aku ingin diperhatikan, aku ingin diberi kasih sayang, aku ingin semua peduli padaku. Cukup mom bertanya “Flo, sudah makan?” aku sudah senang.Kalimat sederhana itu bisa menjadi bukti  bahwa mom peduli padaku. Tapi, aku tidak pernah mendengar kalimat itu.Jujur, aku sangat bosan dengan semua ini.Rasanya aku ingin mati.Rasanya aku ingin tuhan memanggilku dan malaikat mencabut nyawaku sekarang ini juga.Dari pada aku hidup di dunia menjadi orang yang tidak berguna?Tapi tentu saja aku masih menggunakan insting. Untuk apa aku mati sia sia? Aku harus tunjukkan pada dunia, bahwa aku bisa menjadi orang yang hebat.Aku bisa melakukannya sendiri. Aku bisa menjadi apa yang aku inginkan. Aku bisa merubah dunia ini menjadi lebih baik.Aku bisa membuat mom dan dad tidak bertengkar.Tapi itu semua butuh waktu yang sangat lama.Aku percaya, tidak ada manusia yang sempurna.Aku yakin, dibalik kekuranganku, pasti ada kelebihan yang kumiliki.Seperti ketiga sahabatku yang begitu peduli padaku.Mereka bisa membuat hari-hariku indah.
“Flo, sudah belajar?”Tanya Mom yang masuk ke kamarku.

“Sudah.Tapi belum semua ku pelajari.Aku lapar, aku mau makan malam dulu”Jawabku sembari menutup buku dan beranjak.Tapi mom cepat menghentikanku.
“Selesaikan dahulu belajarmu, baru kamu boleh makan!”Bentak mom.
“MOM! Sekali saja aku menikmati hidup!” teriakku.
“Ini semua demi kebaikanmu!Dan kamu harus tau itu!” balas mom.
“Memang apa salahnya aku makan?Apa harus mati dahulu baru makan? ”Kataku jutek.
“Apa susahnya sih kamu menahan lapar demi prestasimu?”
Dengan kesalnya aku membuka kembali buku pelajaranku dengan terpaksa.Mom menatapku dengan tatapan tajam lalu meninggalkan kamarku.Aku baru selesai belajar pukul 21.45 karena aku sudah mengantuk, aku melanjutkan untuk tertidur, walau dengan perut lapar.Sebelum itu aku sempat melihat ke luar jendela, ternyata salju sudah benar-benar mereda. Itu tandanya, besok aku sudah mulai sekolah kembali! Dan hari ini memang hari terakhir liburan musim salju. YES! Karena itu, aku ingin cepat cepat tertidur untuk memulai hari di hari pertama musim semi! Yeah.
Esoknya…
Uuurgh.. Aku telat bangun! Aku baru bangun pukul 5.35 wah wah pasti ini gara gara tidur terlalu  larut. Tanpa basa basi aku langsung bersiap untuk mandi.25menit kemudian aku selesai mandi dan berpakaian seraggam lengkap.Disekolahku, Gradient Junior High school.Seragam yang di kenakan pada hari selasa ini adalah, Kemeja putih di sertai rompi hijau tua,rok hijau tua sedengkul,dan dasi hitam.Langsung saja aku berlari ke ruang makan untuk sarapan.Ternyata semua keluargaku sudah lengkap di meja makan.Seperti biasa, mereka berdiam diaman.Kesal. Karena itu aku hanya mengambil setangkap roti tak tahu isi apa dan memakannya dengan cepat. Lalu aku segera berangkat ke sekolah menaiki Jaguar hitamku.
Di sekolah…
Aku turun dari mobil dan mobil pun melaju pergi. Aku berjalan menyusuri lorong lorong kelas.
“Halo, Kak Flo!” Sapa Carrey sambil tersenyum ia sedang melaksanakan tugas piket  di depan kelas 8.
“Hai, Kak Flo!” Sapa Angesty sambil melambaikan tangan dari dalam kelas.
“Halo semua!Selamat pagi!”Sapaku riang.
“FLO!!” teriak seseorang. Eittss kurasa yang berteriak tidak hanya satu orang.Waw! Ternyata ketiga sahabatku!
Angelova De Shereniza  (Ange) <Baca: Enji> dan Kaitlyn Jorchie (Kate) Tak lupa juga Carolixa Natlynn Wilburd (Lynn)
“Ange! Kate! Lynn! Sini!” panggilku. Mereka berlari ke arahku.“Aduh aku sangat rindu padamu.Untung liburan musim salju segera usai!”Gerutu Kate. “Sudah, tidak usah berlebihan Kate, ayo kita masuk ke kelas, sebentar lagi bel akan berbunyi!”Kataku.
Aku dan teman-temanku lalu masuk ke kelas, benar saja, 5menit kemudian bel masuk pun berbunyi.
Andrew, sang ketua kelas menyiapkan untuk berdoa.
Before we are study, lets pray together begin…”pimpinnya. Semua murid menundukan kepala. Murid-murid kembali mengangkat kepalanya setelah Andrew berkata “Finish!”
Tak lama kemudian Mrs. Lucy masuk ke kelas. Hmm saatnya pelajaran bahasa inggris. Setelah Andrew mengucapkan “Say greeting..!” Barulah pelajaran di mulai.
“Good morning class.. How are you today?”Tanya Mrs. Lucy.
“Fine thanks. And you?”
“Iam very well, thanks” Jawab Mrs. Lucy.
“homework?” Tanya Mrs. Lucy. Semua murid menggeleng.
“Hm..Okay! Who in this class wants to be Queen and King of calendar?”Lagi lagi semua anak menggeleng.“Wooww..you don’t want to be queen or king? You don’t know  what that queen and king of calendar? Okay, I have one story. Want to hear?” Semua anak menjawab kompak “Yes please”
“Okay. Quiet please! There’s no voice here! Ssstt..”Setelah semua anak terdiam, Mrs. Lucy memulai cerita. Setelah selesai, Mrs.Lucy menutup secarik kertas yang berisi cerita tadi sambil menarik nafas.
So, who wants to be Queen and King of Calendar?”Semua anak mengangkat tangan. “Okay all, you can be!”Semua anak bersorak.”Lets make it! In your exercise book!” perintah Mrs. Lucy. “Andrew Russell Garfield!” Panggil Mrs. Lucy.“Iam here”Jawab Andrew sambil mengangkat tangan.”I want to go out. Can you help me to guard the children please?”pinta Mrs. Lucy. “Yeah I can”Jawab Andrew.”Thanks a lot Garfield. I will come back again”Kata Mrs. Lucy sebelum akhirnya pergi.”Huh! Kenapa sih harus anak menyebalkan itu?” batinku. Aku memang sebal pada Andrew. Bukan hanya sekedar sebal, aku masih dendam padanya. Sejak kejadian itu. Dia sengaja mengirimkan virus ke laptopku lewat flashdisknya.Hingga sekarang, aku harus membuat ulang tugas-tugas untuk presentasi yang sudah ku kerjakan di MicrosoftPowerPoint dan belum ku masukkan ke dalam flashdisk.Bukan hanya itu, kelasku kehilangan remote AC. Karena aku seksi peralatan kelas, aku yang di salahkan wali kelas dan diminta ganti rugi.Padahal saat kehilangan, aku sedang dispensasi. Kehilangan itu juga karena KM yang tidak memperhatikan siapa saja orang lain yang masuk ke kelas kami. Tahu tahu remote nya di pinjam oleh kelas lain. Belum lagi saat dia menuduh HP ku menyimpan gambar gambar tidak baik.Tentu saja aku langsung membentaknya dan membanting HPku ke punggungnya.Apa yang terjadi? Aku di laporkan ke guru BP dan di panggil ke ruang Bimbingan Konseling dan di beri poin bersalah karena katanya, perilakuku tidak tercantum dalam ikrar pelajar sekolahku.Bagaimana tidak kesal?
Aku terdiam dan belum mengerjakan tugas bahasa inggrisku.“Hey kamu Florencia.Mana tugasmu?Mengapa tidak kamu kerjakan?Cepat  kerjakan!”Perintah Andrew. “Memangnya kamu siapa?Merintah merintah aku HAH?”Tanyaku kesal.”Aku?Aku ketua kelas disini!”Jawab  Andrew sok keren.”Aku tidak pernah menganggapmu ketua kelas disini!Karena aku tidak memilihmu saat pemilihan!”Kataku.“Tapi kamu sudah kalah suara.Dan harus terima apa yang sudah di pilih teman temanmu!”Kata Andrew. “Iya, aku tau itu!Aku mau menerimanya asal, BUKAN KAMU ORANGNYA!”Kataku lantang. “Mrs. McBass! What are you doing with Mr. Garfield? Don’t be noisy !!” seru Mrs. Lucy yang tiba tiba masuk kelas.Aku pun segera mengerjakan tugasku dan mengumpulkannya. “Okay, saya ingin kalian membuat seperti ini lagi di kertas asturo yang lebih bagus. Kerjakan berkelompok.Saya akan bagikan kelompoknya agar kalian tidak pilih-pilih teman”ujar Mrs. Lucy.Lalu membagi kelompoknya lewat absen secara acak. Betapa kagetnya ketika aku satu kelompok dengan Andrew -__-
Bel istirahat berbunyi, Ange, Kate, dan Lynn mengajakku ke kantin.Aku masih cemberut karena hal tadi.Akhirnya aku menuruti mereka ke kantin. “Ada apa nona manis, kenapa murung? Senyum dong” Goda Lynn.Dia memang paling dekat denganku.Aku hanya tersenyum kecut.”Masalah apa lagi sekarang? Andrew?” Tebakan yang jitu, Kate! Ku tidak menjawab.Kami duduk di salah satu bangku di kantin.Lalu membuka kotak bekalku. Hmmm beef teriyaki lezat J dan memakannya bersama kecuali Lynn.”Aku lupa membawa bekal, biarlah, aku ingin membeli saja!” ujar Lynn sambil berdiri dan hendak melangkah.“Lynn tunggu! Tak usahlah kamu membeli! Aku mau membagi bekalku untukmu!” kataku.Lynn kembali duduk sambil memandangku dengan ragu.“Really?”Tanyanya.Aku mengangguk pasti.“Terima kasih” aku memberi garpuku pada Lynn, sedangkan aku memakai sendok.Kami pun memakannya bersama.“Flo!Kamu belum jawab pertanyaanku, apa kamu sedang mempermasalahkan Andrew?”Tanya Kate lagi.Yaaah terpaksa aku harus mengangguk. “Hufftt.. Flo, kenapa kamu tidak pernah akur dengan Andrew?” Tanya Lynn. Aku mengangkat bahu.“Padahal ulah Andrew hanya hal yang sepele!”Kata Ange yang dari tadi hanya diam. “Apa? Sepele? Semua ulahnya membuat seorang Florencia McBass terkena hukuman yang baru pertama kali diterima! Yang membuat malu! Hanya karena seorang Andrew Russell Garfield?”Jelasku. Ange hanya diam. Semua diam. Hening.“Oke! Bagaimana dengan tugas kelompok bahasa inggris kalian?”Tanya Kate melepas keheningan.“Tak usah lagi bicarakan itu!”Kataku. “Hanya karena pula kamu satu kelompok dengan Andrew? Huft”Tanya Lynn.“Apa kamu tidak mendengar saat pembagian kelompok, semua menyorak nyorakkan nomer absen 7 (Absen Andrew) untuk berebut masuk kelompok mereka mereka?”Sambung Lynn. Andrew memang sangat populer di sekolah ini.Yang membuat Andrew populer adalah, menurut MEREKA Andrew itu tampan, kaya, dan pintar. Pantas saja di juluki Perfect Guy. Julukan yang aneh bagiku.“Ya aku dengar itu!”Kataku. “Maka dari itu, Flo kamu seharusnya s….”Terpotonglah ucapan Lynn karena bunyi bel masuk. “Kamu tak seharusnya membicarakan Andrew, Lynn. Karena bunyi bel lah yang seharusnya ku dengar hahaha”Tawaku. Anak anak pun masuk kelas.
Sepulang sekolah…
“Heh! Jangan lupa kumpul di depan lab. Bahasa! Kutunggu, cepat! Jangan lemot!”Kata Andrew sambil menepuk pundakku dengan kencang.“SABAR!”Kataku yang sedang merapikan tasku dengan lantang. Andrew segera pergi meninggalkanku.Aku pun segera mengikuti Andrew dari belakang. Benar saja! Semua anggota kelompokku ( Greyson, Zayn, Andrew, Catty, dan Vinka) sudah berkumpul di depan lab. Sebetulnya Greyson juga terkenal. Haha menurutku ia lebih sedikit tampan di banding Andrew. Aku saja memilihnya menjadi ketua kelas. Tapi dia hanya menjadi wakil. Dia asal dari sekolah terkenal di Oklahoma dia pindah ke kota kami, Washington DC. “Jadi dimana kita akan mengerjakannya?”Tanya Andrew. “Bagaimana kalau di rumahmu saja, Florencia?” Usul Greyson. “Hahaha tentu saja jangan! Mengapa tidak dirumahmu? Zayn,Catty, Vinka? Atau anak menyebalkan itu?”Tunjukku pada Andrew.“Eh eh!Enak saja!”Timpal Andrew. “Rumahmu itu luas, cukup untuk kita berenam” Jelas Zayn.“Hahaha. OK! Kapan kita mulai mengerjakannya?”Tanyaku.“Sekarang! Langsung saja ke rumahmu!”Usul Greyson. “Hah? Mengapa harus sekarang? Aku ada urusan lain, Grey. Besok saja bagaimana?”Usulku.Semua setuju kecuali Andrew.“Dasar pemalas!”ledeknya. “Urusanmu? Bukan kan? So, jangan ikut campur!”kataku mendorong bahu Andrew lalu meninggalkannya untuk pulang.
Esoknya…..
“Florencia!”panggil Ms.Jenny, wali kelasku. “Ada apa, Ms?”
“Saya sudah mengirimkanmu bersama Garfield untuk mengikuti olimpiade matematika, besok pulang sekolah saya  tunggu kalian dikantor untuk latihan, Datang ya! Harus ikut lho!”Aku tersenyum senang.“Baik! Aku akan datang bersama Gar..field. G..Garfield siapa?”Tanyaku, perasaanku mulai tak enak. “Ya, Garfield. Andrew Garfield. Siapa lagi lagi memiliki nama Garfield!?”Jawab Ms. Jenny. Aku baru sadar bahwa orang yang bersamaku itu Garfield = Andrew!!
“Ta..tapi mengapa harus Andrew Garfield?”tanyaku. “Saya lihat kemampuan matematika kalian sangat bagus!”Jawab Ms. Jenny. “Tapi, Ms harus tau kemampuan Greyson Chance. Dia juga pintar. 3 besar kelas. Mengapa tidak dia saja?”Tawarku.“Tapi saya sudah mendaftarkan kalian!”Aku terdiam memasang wajah kesal.“Beritahu Garfield ya!”pesan Mrs. Jenny. Aku terpaksa harus mengangguk.
-------------------------------------------///////////////////---------------------------------------                                                        
“Andrew!”Panggilku.Ia pura-pura tak menyahut ia sedang berjalan di lorong dekat pintu keluar sekolah. “Andreeew!!”Panggilku semakin keras. Tetap saja ia tak menyahut. “ANDREW!! KAU TULI?”teriakku. Memang dia sangat menyebalkan. Dia pun akhirnya menengok.“Ada apa sih panggil-panggil?”Tanyanya ketus.“Yee jangan marah! Sebenarnya aku juga tidak mau memanggilmu, habisnya kamu itu…”Jawabku terputus.”Tidak usah banyak bicara! Ada apa kamu memanggilku?”Tanyanya dingin. Aku pun memberitahu semuanya. “Hah? Yang benar saja? Bersamamu?” Tanya Andrew geli. Aku mengangguk.“Sebenarnya aku tidak mau! Yaah tapi sudah…”Huh! Lagi lagi ucapanku terpotong. “Sudah! Tidak usah berkutik! Besok pulang sekolah kita ke kantor! Sekarang kerumahmu!”Kata Andrew sambil tersenyum sinis. Sering sekali aku mendapat senyuman sinis darinya yang sangat memuakkan.“Untuk apa ke rumahku?”
“Bodoh!Kamu lupa ? Kita kan ada tugas kelompok! Yang lain sudah menunggu di gerbang! Ayo cepat!” ajak Andrew menarik tanganku sangat kencang. Aku berteriak kesakitan. Setelah sampai gerbang dan bertemu anggota lainnya, kami pun berangkat kerumahku bersama sama.
Dirumahku….
“Rumahmu besar ya, Flo!” puji Catty.Aku hanya tersenyum.Sedangkan Andrew dari tadi hanya cuek, seperti malas masuk ke rumahku. “Oh..Jadi kita mengerjakannya diluar saja? Di hamparan rumput ini? Yang sering kali ada katak?”Sindirku pada Andrew yang enggan masuk ke rumahku. “Hah?? Kau gila! Sudah jelas di dalam ada tempat kosong. Masa mengerjakan disini?”Protes Andrew. “So? AYO MASUK!!”Ujarku lebih keras. “DASAR GALAK!!”Teriak Mario yang mulai memasuki rumahku.“Ssstt…”Desis Catty, Greyson, Vinkan dan Zayn yang dari tadi hanya melihat kami bertengkar. Kami semua pun masuk.
“Lena, tolong bawakan pai buah di kulkas, dan sirup jeruk dingin 6 ya, di tunggu di ruang atas. Thanks!”Pesanku pada Lena, pembantuku di dapur.
Di atas…
Kami mengerjakannya bersama. Beberapa menit kemudian, Lena datang membawakan pai buah dan sirup jeruk dingin. Kami pun menyantapnya. Hemm… segar
“Kamu yang tak bisa mengurus anakmu!”
“Hei! Aku yang bekerja untuk keluargaku, kamu yang bermalas-malasan di rumah! Semuanya aku yang menanggungnya! APA KAU TIDAK SADAR?”
“Apa kau bilang? Aku membantu Flo belajar sehingga ia selalu berprestasi! Kau saja yang tak peduli akan prestasi yang telah di raih Flo!”
“Tapi kamu tidak pernah  mengurus Valeria! Aku yang selalu mengurusnya! Kamu tidak becus menjadi ibu!” terdengar suara Mom dan Dad bertengkar.Semua terdiam mendengarnya. “Ekhem.. Makasih Lena!” Ucapku pada Lena. Ia lalu membawa nampan kosong dan turun ke bawah.
“Tak usahlah kamu menyalahkanku!”
“Itu memang kenyataannya, wanita bodoh!”
PRAAANGG… terdengar suara barang pecah dari kamar Mom dan Dad. “Aduuh.. Ada apa sih ribut-ribut? Kalau mau bertengkar jangan disini dong, ganggu saja!”Ujar Andrew seenaknya. Zayn mencubit lengan Andrew, Greyson menyenggol bahu Andrew.Vinkan mengerutkan kening ke arah Andrew. Catty memelototi Andrew.A ku yang melihat kejadian itu hanya terdiam sambil menatap wajah-wajah yang ada di sekitarku.“Apa sih kalian semua? Kalau bertengkar terus lebih baik di pisahkan saja!”Kata Andrew asal ceplos.“Heh! Kamu jangan asal menyumpahi orangtuaku ya!”Kataku panas.“Memang benarkan? Apa salahku berkata seperti itu?”Tanya Andrew tanpa rasa bersalah. “Sudah sana pulang! Aku tidak mau melihat  mukamu lagi!”Usirku.“Lho?Kok jadi seperti ini?” Tanya Andrew. “Pergi!”Bentakku.“Hei? Apa maksudmu? Kamu mengusirku?”Andrew balik membentak.“PERGI!!!”Teriakku menangis dan mengunci diri di kamar. “Andrew…”Ujar Greyson. “Iya, Iya! Aku pulang! PUAS!?”Kata Andrew keras hingga aku mendengarnya dari dalam kamar entah berapa lama aku mengurung diri di kamar.
“Flo, tugasnya sudah kami kerjakan, kami pulang dulu ya! Oh iya, tugasnya kami taruh di rumahmu saja ya, aku taruh di meja sini, aku pulang ya, byee…”Terdengar suara Greyson di balik pintu. “Ya ampun! Mereka mengerjakannya tanpa aku! Aku memang tidak bertanggung jawab!”batinku.
CEKLIIK..CEKLIK..KRIEEK..
Aku membuka pintu kamarku. Teman-teman sekelompokku sudah pulang. Mereka meninggalkan tugas yang barusan di kerjakan di atas buffet kayu. Aku memperhatikan tugas bahasa inggris tersebut. Lagi-lagi aku melihat nama ‘Andrew Russell Garfield’ cukup sabarlah.
Esoknya di sekolah..
Aku kurang bersemangat untuk memulai hari ini. Aku akan berusaha ceria di hari ini. Dan Greyson dan ketiga sahabatkulah yang membuat hari ini penuh dengan canda. Saat pulang sekolah, aku dan Andrew datang ke kantor guru untuk persiapan menjelang olimpiade. Kami pun di suruh untuk mengerjakan soal.
“Pinjam penghapus!”Ujar Andrew padaku. Aku yang masih kesal padanya pun mengabaikan ucapannya. ”Boleh pinjam penghapus?”Pintanya memperhalus ucapannya. Aku yang agak risih mengambil penghapus itu dari tempat pensilku dan memberikan padanya dengan cara di lempar. “Tidak ada yang lebih sopan dari ini kah!?”Andrew menggerutu sendiri pelan sambil mengambil penghapus itu di lantai. Aku yang masih cemberut pun tak peduli lagi dengan apa yang ia lakukan saat itu.
3 lembar soal matematika itu sudah ku kerjakan dan sudah ku kumpulkan pada Mr. Gro guru yang membimbingku dan Andrew selama pelatihan olimpiade.
“Florencia, kamu mau pulang?”Tanya Andrew yang melihatku mengemasi tasku. Sepertinya ia baru selesai mengerjakan dan sedang mengemasi tempat pensilnya dan hendak mengumpulkan soal itu pada Mr. Gro . Aku hanya mendelik ke arahnya sambil menjawab. “Aku mau mengambil monyetku di perpustakaan” Andrew terlihat bingung. Ia berlari ke arah Mr. Gro dan mengumpulkan soalnya, ia pun kembali lagi di hadapanku sambil menggendong ranselnya. “Tapi perpustakaan sudah di tutup. 20 menit yang lalu”Katanya sambil melirik smartwatch nya. Bodoh! Aku tidak sebodoh orang yang membawa monyet ke sekolah dan menyimpannya di perpustakaan. Sudah tau aku mau pulang, harus bertanya kah? Dasar Andrew bodoh. Gerutuku dalam hati. “Oh ya? Yasudah kalau begitu aku harus cepat-cepat sampai rumah karena mataku bisa berada di leher bila berbicara denganmu lama kelamaan”Ujarku sambil memutar kedua bola mataku. “Lalu bagaimana dengan monyet”Katanya mengerutkan kening. Ya tuhan, mengapa ada orang se aneh dia. Aku tak mempedulikan ucapannya dan langsung keluar dari kantor guru dan bergegas pulang. “Hey!”Andrew mengikutiku. “Ada apa GARFIELD?”Aku sengaja menekankan ucapan ‘Garfield’ Andrew membuka mulut dan hendak berkata namun segera ku potong sebelum ia berkata sesuatu yang aneh. “Jangan tanyakan MONYET itu lagi. Karena aku TIDAK MEMBAWA MONYET ke sekolah. Dan tolong jangan urusi aku. Urus saja jambulmu!”Ucapku sambil memperbaiki jambulnya. “OK!?”Aku melepas tanganku dari rambutnya dan mengarahkan tanganku pada kepalaku. Bermaksud menyindir jambulnya. Dan segera membelakanginya dan berjalan keluar. “Bukan itu! Aku tau kamu memang tidak membawa monyet”Katanya menyusulku dan ikut berjalan di sampingku. “Lalu apa?”Tanyaku kesal. “Kamu suka Greyson?”Tanyanya tiba-tiba. “Maksudmu apa? Pertanyaan itu sangat tidak penting!”Komentarku. Andrew terdiam. “Bagaimana kalau dengan ini?”Tunjuknya pada wajahnya dan memasang senyuman yang menurutku konyol. Aku tak kuasa tertawa melihatnya. Dia sedikit bingung. Ketika tawaku mereda, aku kembali bertanya. Kali ini dengan nada datar dan tanpa amarah. “Maumu apa sih?” Andrew menggigit bibir bawahnya. Aku menunggu sampai dia menjawab. “Aku ingin minta maaf”Ucapnya sambil menunduk. “Maaf untuk apa?”Tanyaku sambil menaikan alis. “Ya untuk kesalahanku”Jawabnya. “Kesalahanmu banyak!”Ujarku. “Maka dari itu, aku minta maaf atas semua kesalahanku”Ucapnya. “Yayaya ku maafkan!”Kataku. Jaguar hitamku terparkir di depan gerbang sekolah. Sepertinya jaguar hitamku sudah menunggu dari tadi. Aku membuka pintu mobilku. “Sepertinya kamu tidak tulus memaafkanku”Katanya. BRUK. Aku kembali menutup pintu mobil dan melihat kearahnya. “Bagaimana kalau dengan ini?”Aku mengikuti gayanya. Aku menunjuk wajahku namun bukan senyuman konyol, tapi senyuman tulus. “Percaya?”Tanyaku. Andrew menggeleng. Aku hanya menghela nafas. “Ok untuk membuatmu percaya, ku tunggu kamu besok pulang sekolah”Kataku kembali membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya. Aku pun membuka kaca jendela mobilku lebar-lebar  “Untuk apa?”Tanyanya. “Ku traktir kamu game centre sepuasnya. Ok?”Tawarku sambil tersenyum riang. Andrew hanya mengangguk. Ia memperbaiki letak ranselnya dan bersiap pulang. “Ku antar?”Tawarku. Andrew menggeleng. “Aku bawa motor”Jawabnya sambil melambaikan tangan. “Ok” Aku balas melambaikan tangan dan menutup kaca jendela mobilku. Dan seketika itu sopir yang menjemputku segera menjalankan mobil meninggalkan sekolah.

From: Greyson
Received: 8:15 p.m
Text: Aku baru dapat 4 tiket konser Coldplay gratis, kamu ikut? 1 tiketku untukmu (:
Aku langsung syok membaca sms itu. Waw! Aku adalah penggila band Coldplay, apalagi lagunya! Tapi aku berpura-pura biasa saja pada Greyson. Padahal aku senang sekaliii. Aku segera membalas sms Greyson.
Reply to: Greyson
Delivered: 8:17 p.m
Text: Ok grey, aku ikut pastinya.Tapi apa tidak merepotkan? Oh iya, siapa saja yang ikut?
Setelah aku membalas sms Greyson, aku jadi ingat sesuatu. Tapi apa ya?
From: Greyson
Received: 8:18 p.m
Text: Kamu tidak pernah merepotkanku. Pulang sekolah ya. Mungkin Zayn, kamu dan 1 orang lagi kamu boleh ajak siapa saja sesukamu. Oh ya,besok aku tunggu di gerbang (:
Ya tuhan.. aku kan ada janji dengan Andrew! Aku juga tidak bisa seenaknya membatalkan konser itu. Bila kupikir, tak banyak orang beruntung yang mendapat tiket band terkenal secara cuma-cuma.
To: Crazy Andrew
Delivered: 8:20 p.m
Text: Hey, sepertinya janji kita besok di undur jadi lusa. Aku ada janji untuk nonton konser dengan Greyson dan Zayn.
Oh tuhan, aku segera mengganti nama kontak ‘Crazy Andrew’ menjadi ‘Andrew’ 20 menit berlalu, Andrew tidak membalas sms ku. Apa mungkin dia tidak ada pulsa? Atau tertidur? Ah tidak mungkin, kurasa dia seorang Owl Boy.
To: Andrew
Delivered: 8:47 p.m
Text: Andrew, tolong balas pesanku-_-
Dan akhirnya, Andrew pun tidak membalas sms serta messengerku. Sabarlah aku.
Esoknya di sekolah...
“Andrew!”Aku menepuk bahunya ketika ia hendak menaruh ranselnya di bangku. Ia terlihat murung. Ia menengok kearahku.
“Baca smsku?”Tanyaku. Andrew mengangguk. “Kamu punya pulsa kan?” Andrew kembali mengangguk. “Lalu kenapa kamu tidak balas?”Tanyaku lagi. Andrew hanya tersenyum datar dan mengambil sebuah Ipod dan headset di dalam ranselnya. “Maaf, tidak sempat”Jawabnya lesu. “Kamu kenapa? Sakit?”Tanyaku heran. Andrew menggeleng. Aku hanya diam. Ia semakin lesu sambil mengotak atik ipodnya. “Soda?”Tanyaku sambil mengipas-kipas uang 20ribuan kearahnya. Andrew langsung tertawa keras dan bersemangat ke kantin. Ia menaruh kembali ipod dan headsetnya di dalam ransel. Kebetulan, hari ini bebas karena semua sedang mempersiapkan pentas seni sekolah kami.
Di kantin..
“Teman-temanmu mana?”Tanya Andrew sambil meminum sodanya. “Bukannya kamu temanku?”Aku bertanya balik. “Bukan. Maksudku Kaitlyn, Natlynn, dan Ange Shereniza” “Haha mereka sedang sibuk dengan eskul mereka. Ingat bukan 2 hari lagi Gradient Art Concert”Jawabku. “Kamu tidak sibuk dengan eskulmu?”Tanyanya. “Apakah orang yang bertanya padaku memiliki jawaban sama denganku?”Kataku sambil tertawa menyindirnya. Andrew pun tertawa. “Bagaimana dengan konsermu nanti siang?”Tanya Andrew sambil menaikan alis. “Hahaha Greyson memang baik sekali memberiku tiket gratis”Jawabku riang. “Kurasa kamu memang menyukai Greyson. Dan sebaliknya. Dia mengajakmu menonton dan..”Ucapan Andrew terpotong olehku. “Stop Andrew. Aku tidak menonton berdua dengan Greyson. Kami juga bersama Zayn. Aku mengajakmu jalan lusa dan kamu mau. Apa itu tanda aku suka padamu dan sebaliknya? Tidak bukan?”Ucapku. Andrew hanya tertawa tidak ikhlas. “Ok, aku janji lusa tidak akan batal. Sesekalilah aku bersama Greyson. Tak usah di pikirkan, kapan saja kita bisa bersama haha”Kataku. “HAH? Memangnya SIAPA yang memikirkan?”Tanya Andrew. “AAH JANGAN BOHONG HAHAHA”Aku tertawa keras. Andrew mencibirku. “Sebenarnya, hari ini aku malas di rumah. Makanya aku langsung setuju dengan tawaranmu kemarin”Kata Andrew. “Hmm oh iya, masih ada 1 tiket lagi. Kamu mau ikut?”Tanyaku teringat Greyson memiliki 4 tiket. “Tiket?”Tanya Andrew bingung. “Tiket konser band Coldplay nanti siang. Kalau kamu ikut, biar aku bilang pada Greyson!”Kataku mantap. Andrew menggeleng cepat. “Aku kurang suka band itu. Aku lebih suka Maroon5. Jadi kita pergi besok saja”Kata Andrew. Aku hanya mengangguk. “Floo!”Panggil seseorang. Aku dan Andrew menengok. Natly! “Lynn, bukankah kamu sedang dance?”Tanyaku kaget. Natly hanya tertawa. “Hai, aku sedang istirahat haha. Hey Andrew kamu disini?”Tanyanya kaget melihat aku berbaikan dengan Andrew. “Heey sudah sejak tadi, kemana saja kamu?”Andrew menjulurkan lidah. Natly tertawa sekali lagi. “Bagus bila kalian berdamai, aku senang”Ucapnya sambil tersenyum dan duduk disebelahku. “Haha yayaya katakana itu nanti. Bagaimana dengan penampilanmu nanti pada Gradient Art Concert?”Tanyaku. “Bagaimana apa nya? Flo, bagi minum ya hehe”Kata Natly sambil mengambil sodaku dan meminumnya hingga hampir habis. Aku hanya memperhatikan sikapnya dengan sedikit kesal. Andrew mentertawakanku. “Terima kasih hehe”Ucap Natly malu-malu. “Untukmu saja. Huh.”Gerutuku. Natly berterima kasih dan kembali meminum sodaku hingga habis. “Oh ya, kalian harus tau. Greyson akan menampilkan sesuatu saat pentas nanti. Dan, kalian juga harus tau kalau suara Greyson itu baguuus sekalii. Wow! Aku sampai tidak menyangka, Ya Tuhan”Cerita Natly histeris. “Hahaha oh ya? Waw aku tidak sabar menantikannya. Iya bukan?”Tanyaku pada Andrew. Andrew hanya mengangguk sambil meminum soda nya hingga habis. “Flo, Natlynn aku ke kelas duluan ya. Flo, thanks untuk soda nya! Lain kali kamu ku traktir. Byee”Andrew melambaikan tangan dan berlari. Aku dan Lynn hanya tertawa. “Rupanya dia sudah memanggilmu dengan nama singkatmu, hahaha”Tawa Lynn. “Dia siapa maksudmu, Lynn? Jangan ngaco!”Kataku bingung. “Yang kamu traktir soda. Siapa ya? Aku pun tidak kenal.”Seperti biasa, Lynn selalu menggodaku. “LYNN.. kalau kamu mau ku traktir soda, bilang padaku! Menyebut nama singkat itu hal biasa. Sewaktu aku mengenalmu, kamu kan langsung memanggilku Flo. Jadi jangan mengada-ada.”Kataku. “Iya iya, maaf  ya hehe aku kan bercanda.”Ucapnya. “Huff sudahlah. Dimana Ange dan Lynn?”Tanyaku sambil melihat sana-sini. “Hey, aku Lynn.”Ujar Lynn. “Oh yayaya maksudku Kate hahaha.”Tawaku yang menyadari ucapanku yang salah. “Mungkin mereka masih latihan. Mereka satu eskul, jangan khawatirkan. Mereka akan datang bersamaan.”Kata Lynn. Aku hanya termangut-mangut. “Hey, kamu sendiri? Enak sekali tidak mengikuti latihan di eskulmu.”Ujar Lynn. “Lynn, kamu tau. Aku mengikuti eskul softball dan fotografi. Ini adalah pentas seni dan bukan pentas olahraga. Tugasku hanya memotret suasa pentas seni. Dan doakan, semoga aku menang dan hasil haryaku bisa terpampang di majalah sekolah.”Kataku. “Yay, kamu seperti bangga sekali ya bila karyamu terpampang di majalah sekolah. Padahal hanya majalah sekolah, bukan majalah yang di baca oleh seluruh warga Negara hahaha”Tawa Lynn. “Huuu walau begitu, namaku bisa terkenal dan aku bisa menjadi pengurus rubrik forografi di majalah itu juga mendapat honor. Majalah sekolah ini kan di lihat oleh seluruh warga sekolah dari Elementary hingga Senior. Ya walaupun bukan seluruh warga Negara, aku tetap senang karena semua orang bisa tau kalau aku bisa berguna. Walau hanya di sebuah majalah. ”Ucapku.  “Ya ya, pemikiranmu hebat. Aku kagum padamu.” Ujar Lynn. “Haha terima kasih. Lynn, apa pendapatmu tentang band Coldplay?”Tanyaku pada Lynn. “Hmm.. ya aku tau. Tapi menurutku aku lebih suka One Direction hahaha.”Komentarnya. Aku hanya menghela nafas. “Memangnya ada apa, Flo?”Tanya Lynn. “Greyson mengajaku menonton konser Coldplay. Dia mendapat 4 Tiket. Dan aku boleh mengajak 1 orang sesukaku. Kamu temani aku ya, Lynn.”Pintaku. “4 tiket? Kamu 2 tiket, Greyson dan siapa 1 orang lagi?”Tanya Lynn penasaran. “Zayn!”Jawabku. Lynn terkejut. “Zayn!?”Natly memasang wajah gembira. “Iya Zayn. Jadi kamu ikut aku kan?”Tanyaku. “Oh iya, kapan waktunya?”Tanya Lynn. “Hari ini. Pulang sekolah.”Jawabku. “Yah, salah waktu. Hari ini aku menjenguk nenekku yang sakit di rumahnya. Di luar kota. Kemungkinan besok aku tidak masuk dan masuk pada lusa. Tepat saat pentas. Hehehe.”Kata Lynn. Aku lesu mendengar jawabannya. “Yah, Lynn. Aku pergi sama siapa ya..”Ucapku sedih. “Maaf ya, Flo. Nanti aku tanyakan pada Ange dan Kate atau anak perempuan lain. Maaf ya, Flo..”Ujar Lynn. “Yasudah, tidak apa-apa, Lynn. Semoga nenekmu lekas sembuh.”Kataku sambil tersenyum.
###
“Yah Flo, Ange dan Kate tidak bisa ikut. Katanya mereka lelah, tapi Jane Marine sepertinya ingin ikut.”Kata Lynn. Jane!? Tuhan.. “Yasudah, aku akan pergi bersama J..Jane..”Ucapku sambil tersenyum. That’s a fake smile!
###
Akhirnya, aku sangat tidak menikmati konser itu. Bagaimana tidak? Aku duduk di pojok. (Tiket kami VIP) dan jauh dari Zayn dan Greyson. Zayn dan Greyson mengacangi ku karena Jane sibuk bersama Zayn dan Greyson. Aku seperti orang asing.Dan saat itu pula Jane sangat menyebalkan. Arghh. Di pertengahan konser, aku bergegas pulang tanpa pamit pada Zayn, Greyson, ataupun Jane. Aku pun keluar tanpa mempedulikan pintu keluar dan pintu masuk. Sesampainya di luar, langit sudah sedikit gelap. Ya. Konser di mulai pukul 3:00 p.m. Tapi, band baru siap pada pukul 03.45 p.m. Jadilah, aku pulang terlalu sore.
To: Greyson
Delivered: 5:36 p.m
Text: Aku pulang duluan.
Dan, sekarang aku bingung harus pulang naik apa? Pulsaku tidak cukup untuk melepon ke telpon rumah. Kalau hanya meng-sms mom atau dad, pasti tidak akan balas. Mereka kan ‘SIBUK’ (mengurusi diri sendiri). Greyson tidak membalas sms ku. Sudahlah, mungkin dia sedang asyik.
To: Andrew
Delivered: 5:47 p.m
Text: Andrew, kamu tau tidak dari Star café ke rumahku naik apa? Aku sendirian, tidak bisa pulang-_-
Untunglah Andrew segera membalas smsku. Ah, ini baru teman.
From: Andrew
Received: 5:47 p.m
Text: Kamu di Star Café? Greyson dimana? Biar aku jemput kamu!
Dan saat itu pula handphoneku sedikit lemot karena banyak sekali sms dan messenger yang masuk. Dan aku sulit untuk membalas sms Andrew. Saat itu pula nomor yang tidak di ketahui meng-sms ku.
From: +16260319457
Received: 5:50 p.m
Text: Hey,aku Grey.Kamu dimana? Kenapa pulang? Kamu sudah sampai di rumah?
Dengan malas aku pun menjawabnya.
Reply to: +16260319457
Delivered: 5:51 p.m
Text:Bukan urusanmu.Aku belum pulang dan MASIH memikirkan cara untuk pulang!
Aku pun teringat dengan sms Andrew.
Reply to: Andrew
Delivered: 5:52 p.m
Text:Apa aku tidak merepotkanmu?
Dan Greyson pun kembali membalas sms ku.
From: +16260319457
Received: 5:52 p.m
Text: Maaf sekali.. Kamu di masih di Café? Aku akan mengantarmu pulang sekarang juga. Sebenarnya pertunjukan masih lama.
Saat itu aku pun bingung untuk memilih siapa. Tapi mungkin Andrew?
From: Andrew
Received: 5:53 p.m
Text:Tidak:) Sebentar lagi aku menuju kesana, aku mandi sebentar ya haha :D
Pikiranku tidak enak pada Greyson, bagaimana pun tiketku adalah pemberiannya.
Reply to: +16260319457
Delivered: 5:53 p.m
Text: Yasudah. Lanjutkan saja konser itu. Kamu tidak usah mengantarku!
Saat itu aku sedang kesal dan pertama kalinya aku berbicara keras pada orang seperti Greyson.
From: +16260319457
Received: 5:54 p.m
Text: No! Aku melihatmu. Aku menuju tempatmu sekarang.
Beberapa menit setelah sms itu, Greyson sudah berada di belakangku.
“Kenapa kamu pulang? Kamu tidak suka?”Tanya Greyson sedih. “Aku hanya ingin pulang saja.”Jawabku bohong. “Yasudah, mari ku antar.”Ajak Greyson sopan. “Zayn dan Jane?”Tanyaku.  “Mereka akan menonton hingga selesai.”Jawab Greyson sambil tersenyum. Ia pun mengajakku menaiki mobilnya.
###
From: Andrew
Received: 6:10 p.m
Text:Flo, kamu dimana? Aku di depan Café.
Ya tuhan.. aku lupa meng-sms Andrew kalau aku sudah sampai di rumah di antar oleh Greyson. Ya tuhan.. aku sangat merasa bersalah pada Andrew.
Reply to: Andrew
Delivered: 6:11 p.m
Text: Aku betu-betul minta maaf sekali aku sudah sampai di Rumah. Greyson mengantarku. Aku lupa memberitahumu. Andrew, kumohon kamu maafkan aku..
From: Andrew
Received: 6:12 p.m
Text: Tidak apa-apa, bukan masalah bagiku:)Syukurlah kalau kamu sudah sampai dengan selamat.
Aku tidak menyangka, Andrew sebaik itu.
To: +16260319457
Delivered: 6:14 p.m
Text: Grey, terimakasih ya untuk tiketnya.Terimakasih juga sudah mengantarku pulang. Maaf sudah merepotkan :-)
-
From: +16260319457
Received: 6:17 p.m
Text: Aku bukan Greyson, hahaha dia tadi meng-sms kau lewat nomorku.Dia sedang tidak ada pulsa.
-
Reply to: +16260319457
Delivered: 6:17 p.m
Text:Maksudmu? Jadi kamu siapa?
-
From: +16260319457
Received: 6:18 p.m
Text: Florencia, aku Zayn-_- Kenapa kau pulang tadi?
Betapa malunya aku sudah mengirim pesan tersebut pada Zayn. Aku segera menyimpan nomor kontak Zayn agar tidak tertukar dengan nomor Greyson. Bagaimana bisa aku mengirim pesan secara tiba-tiba ke nomor yang tidak jelas. Ya memang, aku mengira nomor itu adalah nomor baru Greyson. Aku segera membalas sms Zayn.
Reply to: Zayn
Delivered: 6:19 p.m
Text:Haha maaf, Zayn.Hanya ingin pulang :p Zayn, sebenarnya untuk apa Greyson membeli tidak sebanyak 4 buah? Dia memenangkan undian atau membeli? ._.
-
From: Zayn
Received: 6:19 p.m
Text: Jadi kau belum tau? Dia menjadi pemenang American Talent dia menyanyikan lagu dengan versi nya dan piano version.Dan akhirnya dia mendapat kesempatan untuk menonton konser idolanya.Sangat mencirikan, kau tidak pernah membuka youtube atau melihat tv.
-
Reply to: Zayn
Delivered: 6:20 p.m
Text:WAAAW.. aku benar-benar tidak menyangka.Tapi, mengapa aku baru tau ya? Aku saja tidak tau kapan American Talent dimulai. LOL
-
From: Zayn
Received: 6:20 p.m
Text: Payah kau. Dia memang sangat berbakat! Sudah dulu ya,aku mau belajar. Bye!
Aku pun tidak membalas pesan Zayn.
          Walau Mom dan Dad masih sering membuatku sedih, aku sudah bahagia dengan adanya teman-temanku yang hebat dan menghibur. Dan Andrew, Annoying Andrew kini sudah berdamai dan bersenang-senang denganku. Hahaha.

Bersambung...

1 komentar:

What's on your mind?